Meski Ringan, Amalan Ini Diganjar Pahala Melebihi Bersedekah

136 0

Bersedekah merupakan salah satu ibadah yang mampu menghubungkan manusia yang satu dengan lainnya. Tak hanya disukai oleh Allah ta’ala, bersedekah juga disukai oleh orang lain yang menerimanya. Maka, tak heran jika salah satu hikmah dari bersedekah ialah dapat membangun dan menguatkan ikatan silaturahmi dengan sesama. Allah ta’ala berjanji akan mengganti harta yang telah dikeluarkan oleh seorang muslim untuk bersedekah. Dia berfirman dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Sahihnya nomer hadis 4684 yang bermakna, “Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman, Wahai anak Adam, berinfaklah! Allah akan mengganti infakmu.”

Bahkan, untuk lebih memotivasi seseorang dalam bersedekah Allah ta’ala menguatkan janji tersebut di dalam Alquran surat Saba ayat 39 yang bermakna, “Katakanlah, Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”

Banyak hikmah yang dapat diperoleh seorang muslim dalam bersedekah. Dilansir dari Buku Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq bahwasannya sedekah merupakan salah satu cara untuk menghapus kesalahan dan meredakan murka Allah ta’ala. Dalam buku tersebut dikutip sebuah hadis Rasul yang bermakna, “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan sakaratul maut.

Selain itu, bersedekah juga mampu menjadi obat bagi suatu penyakit yang secara medis sudah mustahil untuk disembuhkan. Dilansir dari buku Berobat dengan Sedekah karya Muhammad Albani bahwasannya tidak terhitung banyak kisah mengenai kesembuhan seseorang dari sebuah penyakit melalui jalan bersedekah. Mulai dari penyakit kanker, kesulitan memiliki keturunan hingga penyakit lainnya yang secara akal telah sulit untuk disembuhkan. Fakta tersebut merupakan salah satu bukti kebenaran sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Baihaqi, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

Mengetahui keutamaan sedekah yang begitu besar, para sahabat pernah mendatangi Rasul untuk mengadukan kecemburuan mereka terhadap sahabat lainnya yang memiliki kelebihan harta sehingga dapat dengan mudah bersedekah. Dalam hadis riwayat Muslim nomer 2376 Rasul menjawab keresahan tersebut dengan bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah.”

Hadis tersebut menyatakan bahwa sedekah tidak selalu berupa harta. Bacaan zikir seorang muslim juga dinilai sebagai sedekah oleh Allah ta’ala. Demikian juga dengan memerintahkan seseorang melakukan kebaikan dan melarang perbuatan buruk yang terjadi di sekitar kita. Bahkan, memenuhi kebutuhan biologis pasangan yang halal juga dinilai sebagai sedekah.

Dilansir dari Kitab Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin bahwa terdapat perbuatan ringan yang nilainya melebihi pahala sedekah seorang muslim bahkan berjihad di jalan Allah. Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi nomer 3377 yang bermakna, “Maukah kuberitahukan kepada kalian amal yang paling baik dan paling suci menurut Rabb kalian dan yang paling tinggi derajatnya untuk kalian, juga lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kalian lalu kalian menebas batang leher mereka?” Para sahabat berkata, “Tentu mau.” Beliau menjawab, “Dzikir mengingat Allah.”

Dalam penjelasannya, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali selaku penulis kitab tersebut menyatakan jika pahala zikir dapat menyamai pahala bersedekah harta bahkan berperang untuk membela agama. Zikir yang dimaksudkan di sini ialah zikir yang dilakukan lisan dengan mengucapkan berbagai kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid dan tahlil.  Tak hanya diucapkan, zikir juga harus direnungkan dengan hati sambil mengakui keagungan Allah. Oleh karena itu, seorang muslim yang kekurangan harta tidak boleh berputus asa dalam mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT. Jika tak sanggup bersedekah dengan hartanya, mereka dapat bersedekah menggunakan lisannya untuk menyebut nama Allah Yang Maha Kuasa.

Gugus Febriansyah

Gugus Febriansyah

Pernah menulis di beberapa media nasional seperti BaBe News, Hipwee, Kompasiana dan IDN Times.

Tinggalkan Balasan