Mengungkap Kode Rahasia Alam Semesta di Dalam Alquran

Mengungkap Kode Rahasia Alam Semesta di Dalam Alquran

Alquran tak pernah henti-hentinya menghadirkan kekaguman bagi orang-orang yang mempelajarinya. Hingga tak sedikit ilmuwan Barat yang memeluk Islam setelah mengetahui rahasia Alquran yang ternyata sesuai dengan fakta ilmu sains modern. Mulai dari proses penciptaan manusia di dalam janin, tahap-tahap terbentuknya hujan hingga asal-usul bermulanya alam semesta, semuanya telah dijelaskan di dalam Alquran secara tepat.

Selain fakta-fakta tersebut, seorang ilmuwan juga menemukan fenomena unik yang berhubungan dengan kodetifikasi bilangan dalam Alquran. Dalam buku Al-Quran dan Rahasia Angka-Angka, Dr. Abu Zahra An-Najdi mengungkapkan penemuan uniknya tersebut.

sumber : pexels.com

Salah satunya ialah mengenai jumlah kata ‘al-barr’ dan kata ‘al-bahr’ yang terdapat pada Alquran. Kata ‘al-barr’ yang dalam bahasa Indonesia bermakna daratan terdapat sebanyak 12 kata di dalam Alquran. Salah satunya pada potongan surat Al-Ankabut ayat 25 yang bermakna,

“Mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka, tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke daratan (al-barr), tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan(Nya).”

Sedangkan, kata ‘al-bahr’ yang bermakna lautan atau tempat air berkumpul berjumlah 40 kata. Salah satunya terdapat pada surat Al-An’am ayat 97 yang berbunyi,

“Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya sebagai petunjuk dalam kegelapan di darat maupun di laut (al-bahr).”

Jika dihitung dari rasio kemunculan dua kata tersebut, maka diketahui jika kata ‘daratan’ dan ‘lautan’ di dalam Alquran memiliki perbandingan sebanyak 23,07% dengan 76,93%. Angka tersebut sesuai dengan komposisi antara daratan dan lautan yang menyusun planet bumi.

Fakta lain yang diungkapkan dalam buku tersebut ialah kemunculan kata ‘sujud’ di dalam Alquran. Salah satunya ialah terdapat pada ayat ke-50 surat Al-Kahfi yang bermakna,

“Dan (ingatlah) ketika kami katakan kepada para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam!”

Setidaknya, kata sujud disebutkan sebanyak 34 kali di dalam Alquran. Jumlah tersebut sama persis dengan jumlah sujud yang dilakukan seorang muslim dalam salat lima waktu sehari semalam.

Seperti yang diketahui jika jumlah rakaat salat lima waktu dalam sehari ialah 17 rakaat. Pada tiap-tiap rakaatnya, seorang muslim melaksanakan dua kali sujud. Itu artinya, dalam sehari mereka bersujud sebanyak 34 kali.

sumber : steemit.com

Alquran juga menunjukkan perihal yang sama mengenai kemunculan sejumlah kata dengan fenomena yang terjadi di alam semesta. Salah satunya seperti yang dilansir dari buku Matematika Alam Semesta bahwa kata ‘yaum’ yang bermakna hari disebutkan sejumlah 365 kali di dalam Alquran.

Angka tersebut sesuai dengan rata-rata jumlah hari dalam setahun pada sistem penanggalan kalender masehi.

Tak berhenti sampai disitu, fenomena yang sama juga terjadi dengan kata ‘syahr’ yang bermakna bulan dalam bahasa Indonesia. Arifin Muftie dalam buku tersebut menyebutkan bahwa kata ‘syahr’ setidaknya muncul sebanyak 12 kali dalam Alquran. Jumlah tersebut sama persis dengan jumlah bulan pada penanggalan kalender hijriyah dan masehi.

Lantas, bagaimana dengan kata ‘sanah’ yang berarti tahun. Alquran menyebutkan setidaknya kata tersebut muncul sebanyak 19 kali. Hal yang menjadi pertanyaan ialah apa makna tersirat dibalik angka 19 tersebut?

sumber : pexels.com

Para ahli astronomi mengenal istilah siklus meton atau dalam bahasa Inggris disebut Metonic Cycle. Siklus meton menjelaskan bahwa setelah kurun waktu 19 tahun berjalan, letak bumi terhadap bulan akan kembali ke posisi awal. Maksudnya, jika saat ini kita melihat ke langit dan mendapati posisi bulan dan bintang dalam susuan tertentu maka, hal yang sama persis akan terjadi 19 tahun kemudian. Siklus meton inilah yang menjadi titik temu antara sistem penanggalan hijriyah yang berpatokan pada bulan dan sistem penanggalan masehi yang berpatokan pada matahari.

Sungguh, Alquran mengandung berbagai hikmah yang sangat mencengangkan banyak manusia. Hal tersebut terbukti seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan sains modern. Fakta tersebut sudah sepatutnya mempertebal keimanan seorang muslim terhadap Alquran sebagai mukjizat yang tak pernah lekang oleh zaman.

Share:
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Blogger yang menggemari karya-karya agung dari Paulo Coelho dan Dee Lestari. Lebih suka membaca daripada menulis, kecuali ada ada honornya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar