15 49.0138 8.38624 1 0 4000 1 https://jurnalia.com 300 true 0

Beginilah Wujud Manusia Ketika Bangkit dari Kuburnya

0 Komentar

Meyakini terjadinya hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh setiap muslim. Mengimani hari kiamat berarti juga meyakini serangkain kejadian yang akan menyertainya. Salah satu kejadian menakjubkan yang terjadi setelah hancurnya alam semesta ialah proses kebangkitan manusia dari dalam kuburannya. Hari kebangkitan manusia terjadi setelah Malaikat Israfil meniup sangkakalanya untuk kali kedua.

Kebangkitan itu dijelaskan dalam surat Yasin ayat 51-52 yang bermakna, “Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup) menuju kepada Tuhannya. Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(Nya).”

Selain ayat tersebut, terjadinya hari kebangkitan juga dijelaskan dalam surat Az-Zalzalah ayat 6 yang berbunyi, “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka”. Dalam ayat tersebut digambarkan bahwasannya setelah kerusakan alam semesta, manusia akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali dari kuburannya untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.

Proses kebangkitan manusia juga terdapat pada Kitab Shahih Bukhari nomer hadis 4554 yang  menjelaskan bahwasannya setelah tiupan sangkakala kedua, maka akan turun hujan lebat dari langit yang akan membangkitkan seluruh manusia dari dalam kuburan. Manusia pertama hingga terakhir yang pernah hidup di muka bumi akan dibangkitkan sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran dari dalam tanah, Rasulullah bersabda, “…Kemudian turunlah hujan dari langit, lalu mereka tumbuh seperti tumbuhnya sayuran. Semua bagian manusia akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari tulang ekor itulah manusia diciptakan pada hari kiamat.”

Mereka menunggu untuk dibangkitkan (Skitterphoto)

Banyak hadis yang menjelaskan keadaan manusia seusai dibangkitkan dari dalam kuburnya. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari nomer 3349 dan hadis riwayat Muslim nomer 2860 disebutkan jika manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tak berpakain, dan tidak berkhitan. Rasul bersabda dalam hadis tersebut, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dikumpulkan menuju Allah Ta’ala dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.”

Meski tidak berpakaian, pada waktu itu setiap manusia tidak tertarik saling melihat satu sama lain. Hal ini disebabkan beratnya urusan mereka pada hari itu sehingga tidak sempat bagi mereka untuk memikirkan urusan lainnya. Perkara ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim nomer 5102 yang bermakna, “Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya, “Apakah laki-laki dan wanita saling melihat satu sama lain?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:ا”Keadaannya jauh lebih berat dari sekedar melihat satu sama lain.”

Adapun, manusia pada saat itu terbagi menjadi tiga golongan besar. Dikutip dari Kitab Shifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Naar bahwasannya golongan pertama ialah orang-orang kafir yang akan dibangkitkan di hari kiamat dengan keadaan berjalan di atas wajah mereka. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Musim yang berbunyi, “ada seorang lelaki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara orang kafir itu dibangkitkan dan dikumpulkan pada hari kiamat nanti berjalan di atas wajahnya?”. Maka beliau menjawab, “Bukankah Dzat yang telah membuatnya berjalan di atas kedua kakinya ketika hidup di dunia berkuasa pula untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat kelak?”

Sedangkan dua golongan lainnya ialah manusia yang dibangkitkan dengan berjalan kaki dan mengendarai kendaraan-kendaraan. Hal tersebut tentunya sesuai dengan amal perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidupnya. Ustad Khalid Basalamah menyatakan dalam kajian di akun Youtube resminya bahwa manusia ketika dibangkitkan akan kembali memiliki postur bapak moyang mereka, yakni Nabi Adam untuk ukuran laki-laki dan seukuran Hawa bagi para perempuan. Apapun itu, semoga kita termasuk ke dalam golongan yang dimudahkan dalam urusan perhitungan amal dan berakhir di surga yang telah dijanjikan-Nya.

Gugus Febriansyah
Sebelumnya
Quran Ungkap Misteri Pembangunan Piramida Mesir
Setelahny
Fakta Alam Semesta dan Rahasia Numerik dalam Quran

0 Komentar

    Tinggalkan balasan