Tak hanya urusan performa, website yang baik juga wajib memperhatikan sistem keamanan.

Memiliki sebuah website di dunia maya sama halnya dengan memiliki sebuah rumah di dunia nyata. Pemilik rumah bisa saja mendekorasinya seindah mungkin dan mengisinya dengan bermacam perabotan dan barang-barang berhaga. Namun, semuanya akan terasa percuma jika rumah tersebut tidak memiliki sistem keamanan yang bisa melindungi isinya dari ancaman para pencuri yang ingin menjarahnya.

Demikian halnya dengan sebuah website, diperlukan sistem keamanan yang bisa menjaga dan melindungi berbagai informasi sensitif yang tersimpan di dalamnya dari jangkauan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi, jika website tersebut berhubungan dengan organisasi atau perusahaan yang bertanggung jawab terhadap data pribadi milik banyak orang. Oleh sebab itu, diperlukan cara terbaik untuk melindungi sebuah website dari berbagai kemungkinan serangan malware yang merugikan.

Apa sih yang dimaksud malware?

Jika website dianalogikan sebagai sebuah rumah, maka malware adalah pencuri yang senantiasa mengintai rumah untuk mengambil barang-barang berharga yang tersimpan di dalamnya. Singkatnya, malware adalah sejenis ‘perangkat lunak jahat’ yang bertujuan untuk menyusup, memata-matai, dan mengambil informasi tertentu hingga melumpuhkan kinerja dari suatu sistem.

Selama ini, beberapa jenis malware yang jamak dikenal antara lain virus, worm, dan trojan. Padahal, selain ketiganya masih terdapat beberapa jenis malware seperti rootkit, keylogger, grayware, backdoor, adware, browser hijcaker, rogue security software hingga yang ramai diberitakan akhir-akhir ini, ransomware.

Ransomware merupakan sejenis malware yang menyerang suatu sistem dengan cara memblokir akses data milik korban. Untuk aksinya tersebut, si pelaku biasanya meminta sejumlah uang tebusan kepada korban. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, maka pelaku akan mengancam untuk mempublikasikan atau menghapus data-data penting milik korbannya.

Seperti apa dampak serangan sebuah malware?

Tahun lalu, setidaknya 16 rumah sakit di Inggris menjadi korban keganasan malware berjenis ransomware. Dilaporkan oleh BBC bahwasannya serangan itu berhasil mengunci data milik pasien yang tersimpan pada sistem informasi rumah sakit. Akibatnya, pihak rumah sakit saat itu tidak bisa mengakses informasi mengenai jadwal besuk dan rekam medis milik pasien. Tentu saja, serangan semacam ini sangat menganggu operasional dan layanan rumah sakit. Bahkan, jika tidak segera diatasi hal tersebut dapat mengancam keselamatan para pasien.

Kejadian mengenai ransomware yang lebih menghebohkan, tentu saja serangan WannaCry yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurut laporan ABC News, serangan ini setidaknya telah berhasil mengunci sekitar 200.000 sistem komputer yang tersebar di 150 negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Peristiwa ini bahkan diklaim oleh Dewan Keamanan Eropa, Europol sebagai serangan cyber terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah.

Di Indonesia sendiri, serangan ransomware berada di peringkat 9 pada daftar Malware Top Indonesia yang pernah dirilis oleh Vaksin.com awal tahun lalu. Sedangkan, peringkat 3 teratas berturut-turut ditempati oleh adware, PUA (Potentially Unwanted Application), dan trojan.

Dilansir dari laman IndoTelko, sampai dengan akhir tahun lalu telah terjadi peningkatan jumlah varian malware sebesar 82% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, diperoleh fakta bahwa sebuah perusahaan rata-rata mengalami hingga 274 serangan malware pada website mereka dalam kurun waktu 4 bulan.

Bagaimana cara melindungi website dari malware?

Banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk melindungi website dari serangan berbagai jenis malware. Mulai dari mengaktifkan fungsi firewall, tidak sembarangan berbagi atau membuka file, rajin memperbaharui sistem operasi, mengamankan penggunaan password hingga melakukan instalasi anti-malware yang terpercaya.

Anti-malware sendiri merupakan sebuah tool yang berfungsi untuk memindai dan membersihkan keberadaan setiap file yang mencurigakan dan dianggap dapat membahayakan sistem. Oleh sebab itu, penting sekali bagi pengelola website untuk memilih layanan jasa hosting yang menyediakan fitur tambahan berupa anti-malware. Akan lebih baik lagi, jika perusahaan jasa hosting yang digunakan telah mendapatkan sertifikat resmi ISO berstandar internasional. Hal itu sebagai jaminan bahwa sistem keamanan yang digunakan benar-benar dapat diandalkan.

Adakah layanan hosting yang bisa diandalkan untuk urusan web security?

Di Indonesia, salah satu perusahaan jasa hosting yang dikenal sangat memperhatikan isu web security adalah Dewaweb. Meski baru beroperasi sejak tahun 2013, perusahaan ini memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk menjadi yang terdepan di bidangnya. Salah satunya ialah dengan mengusung layanan shared hosting berteknologi Cloud mulai dari level software, hardware, dan network.

Dewaweb menjadi perusahaan web hosting pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi keamanan berstandar internasional ISO/IEC 27001:2013

Dengan komitmen itu juga, tahun lalu Dewaweb telah berhasil mendapatkan sertifikasi keamanan berstandar internasional, yaitu  ISO/IEC 27001:2013. Asal tahu saja, Dewaweb merupakan yang pertama mendapatkan sertifikat keamanan ini di Indonesia. Prestasi tersebut tentunya menjadi garansi bahwa setiap website yang berada di bawah naungan Dewaweb akan terlindungi secara optimal dari berbagai resiko keamanan.

Bagaimana Dewaweb bisa menangkal serangan malware?

Salah satu fitur keamanan tambahan yang dimiliki oleh Dewaweb ialah anti-malware bernama Dewaguard. Tool ini mempunyai kemampuan untuk memberikan notifikasi kepada pengguna mengenai adanya potensi serangan malware pada website mereka. Selain itu, Dewaguard dilengkapi dengan kemampuan untuk membersihkan website yang sebelumnya telah terinfeksi oleh malware.

Saat ini, Dewaweb menyediakan 5 produk layanan Dewaguard kepada pengguna mereka. Mulai dari paket dasar, Dewaguard Basic Protection for WordPress yang dapat digunakan secara gratis oleh pengguna wordpress. Hingga paket yang lebih mumpuni, Dewaguard Advanced Protection, Cleaning & Blacklist Removal for Any Website yang diklaim mampu memberikan perlindungan secara penuh kepada semua jenis CMS dan website.

Tak hanya melindungi dari serangan malware, Dewaguard secara rutin juga akan melakukan proses backup data secara otomatis. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari resiko loss data yang mungkin bisa saja terjadi. Hebatnya lagi, anti-malware Dewaguard juga mampu membersihkan berbagai spam yang terdapat pada link atau keyword agar tidak mempengaruhi peringkat sebuah website pada mesin pencarian. Tak hanya bekerja sendirian, Dewaguard juga akan didukung oleh fitur Patchman yang secara otomatis mampu memperbaiki celah keamanan pada website dan menon-aktifkan serangan dari malware.

Untuk meningkatkan standar keamanan, pelanggan Dewaweb juga bisa menggunakan fitur Let’s Encrypt secara cuma-cuma. Tindakan ini bertujuan untuk mengaktifkan enskripsi https pada sebuah website. Untuk tingkat keamanan lebih lanjut, Dewaweb menyediakan 3 pilihan SSL Certificates berbayar. Kedua fitur ini memungkinan para pengunjung website untuk mengirimkan informasi penting dan bertransaksi secara aman.

Apalagi, saat ini Dewaweb juga telah dilengkapi dengan fitur Immunify 360 yang merupakan perlindungan kemanan berstandar internasional yang akan melindungi wesite secara penuh dari resiko peretasan yang dilakukan oleh para hacker. Lengkap sekali bukan?

Adakah penawaran menarik lainnya dari Dewaweb?

Meski berfokus pada isu web security, Dewaweb juga tidak melupakan aspek penting lainnya untuk menarik minat para pelanggan. Salah satunya dengan menyediakan layanan domain murah dan unik berbagai ekstensi. Untuk layanan hostingnya, Dewaweb saat ini menyediakan 4 pilihan paket hosting murah yang bisa dibeli mulai dari Rp 180.000 pertahun. Dengan harga segitu, pelanggan Dewaweb sekaligus mendapatkan domain gratis seumur hidup. Ketentuan ini berlaku bagi semua layanan hosting yang tersedia, tanpa terkecuali.

Dengan reputasi seperti yang telah disebutkan, Dewaweb menjadi jaminan mutu bagi setiap pemilik website yang mendambakan performa optimal tanpa harus mengabaikan pentingnya sistem keamanan.

Artikel ini berhasil menjadi juara favorit pada kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Dewaweb pada bulan Juli lalu.

Facebook Comments
Share:
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

Comments

comments

About Admin

Blogger yang menggemari karya-karya agung dari Paulo Coelho dan Dee Lestari. Lebih suka membaca daripada menulis, kecuali ada ada honornya.

Similar Posts