Allah SWT menyukai setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya. Di dalam Alquran ayat ke-186 pada surat Al-Baqarah, Allah SWT berjanji akan mengabulkan setiap permohonan dari orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Dia berfirman di dalam ayat tersebut yang bermakna,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Namun, seringkali seseorang bertanya-tanya mengapa doa yang telah mereka panjatkan ribuan kali tak kunjung berbalas. Bahkan, sebagian dari mereka mulai berprasangka buruk kepada Allah SWT. Dilansir dari laman ibnbaz.org.sa bahwasannya terdapat beberapa hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyebutkan bahwasannya salah satu faktor tersebut ialah perbuatan maksiat yang telah dilakukan oleh orang yang berdoa tersebut. Selain itu, buruknya amal ibadah seseorang juga menjadi penghalang sebuah doa untuk dikabulkan. Penyebab lain sebuah doa tidak terkabulnya sebuah doa ialah hati yang lalai dan tidak khusyuk dalam berdoa. Hal ini berdasarkan dari hadis riwayat Tirmidzi nomer 3476 yang berbunyi,

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Selain hal tersebut, sesuatu yang haram juga menjadi penghalang sebuah doa untuk dikabulkan.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim nomer 1015 dikisahkan bahwa terdapat seorang lelaki yang menempuh jarak yang jauh dalam perjalanannya. Oleh karena itu, rambutnya nampak berdebu dan kusut. Lantas, orang itu mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa kepada Allah SWT. Akan tetapi, Rasul mengatakan bahwa tidak mungkin sebuah doa dapat dikabulkan dari seseorang yang makanan, minuman dan pakainnya berasal dari sesuatu yang haram.

Oleh karena itu, dianjurkan bagi seorang muslim untuk melakukan beberapa hal yang dapat mempermudah sebuah doa dikabulkan. Pertama, untuk menghapus kemaksiatan hendaknya seseorang bertaubat dan memperbanyak membaca istighfar kepada Allah SWT. Dilansir dari kitab Taisir Al-Karimir Rahman, Syaikh As Sadi menyampaikan bahwa memperbanyak istighfar dan meninggalkan perbuatan dosa dapat membuka pintu rahmat Allah SWT. Tak hanya itu, istighfar merupakan penghapus musibah dan jalan pembuka rezeki bagi seseorang yang senantiasa membacanya.

Selain beristighfar, sebaiknya seorang muslim hendaknya memperhatikan adab atau aturan-aturan ketika berdoa kepada Allah SWT. Dilansir dari kitab Syuruth Ad Du’aa wa Mawaani’ul Ijaabah hendaknya seseorang berdoa dengan hati yang ikhlas dan hanya mengharap kepada Allah SWT tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lainnya. Hal yang tak kalah pentingnya ialah memperhatikan tata cara berdoa sesuai dengan yang pernah diajarkan oleh Rasul. Misalnya, dalam hal pemilihan waktu berdoa, mengawali doa dengan pujian kepada Allah SWT, bersalawat kepada Rasul hingga menggunakan kalimat-kalimat doa yang pernah dicontohkan oleh beliau.

Hal terakhir yang harus dilakukan agar sebuah doa dapat dikabulkan ialah dengan melakukan semua kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Dalam hadis riwayat Tirmidzi nomer 2169 Rasul bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian beramar maruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun doa kalian tidak lagi dikabulkan.”

Namun, hal terpenting yang harus diketahui seorang muslim bahwasannya Allah SWT memiliki tiga cara dalam mengabulkan sebuah doa. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad 3/18 yang menyatakan bahwa Allah SWT mengabulkan sebuah doa dengan beberapa cara, antara lain: segera mengabulkan doa tersebut di dunia, memberikan pahala doa tersebut di akhirat kelak, dan mengganti doa tersebut dengan memberikan balasan yang lebih baik. Intinya, seorang muslim harus senantiasa berprasangka baik terhadap segala ketetapan dan takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Facebook Comments
Share:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments

About Admin

Blogger yang menggemari karya-karya agung dari Paulo Coelho dan Dee Lestari. Lebih suka membaca daripada menulis, kecuali ada ada honornya.

Similar Posts