Jurnalia

Cerita Seorang Teman

Dongeng Beruang yang Lapar

Di suatu pagi yang cerah seekor beruang kutub berbulu putih nampak sedang berjalan keluar dari sarangnya. Beruang gembul itu berjalan sambil mengamati ikan-ikan di bawah lapisan es yang dilaluinya.

Tak lama kemudian, ia pun masuk ke sungai dan memulai perburuannya untuk menangkap ikan.

Dengan gerakan yang secepat kilat, si beruang bertubuh gempal itu berhasil menangkap seekor ikan kecil yang malang.

“Clap!”

Bukannya senang, si beruang malah menggerutu.

“Hmm, ikan ini terlalu kecil bagiku.”

Dengan raut kecewa, ia pun melepaskan kembali ikan kecil itu bersama kawanannya.

Tak lama berselang, si beruang kembali melihat bayangan ikan melewati bongkahan es tak jauh darinya.

“Clap!”

Dengan sigapnya, si beruang sekali lagi berhasil menangkap seekor ikan yang berukuran sedang.

“Duh, ikan seukuran ini mana bisa membuat perutku kenyang.” Ratap si beruang sambil melepaskan kembali ikan tangkapannya.

Tak berputus asa, si beruang mengamati isi sungai sambil berharap segera menemukan ikan besar impiannya.

“Clap!”

Beruang itu berhasil menangkap seekor ikan. Sayangnya, ia harus kecewa sekali lagi karena ikan tangkapannya tak memiliki ukuran seperti yang diinginkannya.

Demikianlah yang terjadi terus menerus sepanjang hari. Si beruang kutub itu selalu saja melepaskan kembali ikan-ikan kecil yang telah berhasil ditangkapnya.

Hingga saat tengah hari tiba, sungai es itu mulai sepi dari ikan-ikan yang berseliweran.

“Aduuuh, perutku lapar sekali.” Rintih si beruang sambil memegangi perutnya yang mulai mengempis. Ia pun berjalan gontai kembali ke sarangnya dalam keadaan perut keroncongan.

Pesan moral : Apa yang ada di tanganmu jauh lebih baik daripada apa yang masih di dalam angan-anganmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas