Inspirasi Ayo Menabung: Pergi Ke Tanah Suci Bukan Lagi Sebatas Mimpi

Inspirasi Ayo Menabung: Pergi Ke Tanah Suci Bukan Lagi Sebatas Mimpi

Jam menunjukkan pukul 04.00 sore waktu Mekkah. Baru saja lantunan suara azan selesai dikumandangkan. Perlahan orang-orang yang sedang bertawaf memperlambat langkah mereka, mengambil posisi, dan mulai mengatur barisan untuk bersiap melakukan salat asar berjamaah.

Terdengar suara lirih doa-doa yang dipanjatkan. Tidak terlalu lantang tetapi masih bisa didengarkan. Saya pun melakukan hal yang sama. Berdiri dan berdoa seraya  memandangi bangunan megah berbentuk kubus berwarna hitam yang hanya berjarak beberapa langkah di depan mata. Alhamdulillah, kabah!

jurnalia-dokumen-pribadi-lps

Selepas salat isya, berfoto dari jalan lingkar di lantai 2 (dok.pribadi)

Siapa sangka akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di tempat ini, dan melihat kabah secara langsung dengan mata kepala sendiri. Sebenarnya tak hanya melihat, beberapa kali saya sempat mengusap dan menciumi kain kiswah penutupnya. Hehehe…

Beberapa bulan sebelumnya, pergi ke tanah suci hanyalah sebatas mimpi. Meskipun telah memendam keinginan sejak lama, tetapi hal itu masih sebatas angan-angan tanpa tindakan. Sampai akhirnya, saya bulatkan tekad untuk mulai menabung dengan menyisihkan sebagian penghasilan yang saya terima setiap bulannya.

jurnalia-dokumen-pribadi-lps

Membeli pakan untuk merpati di sekitar kompleks Masjidil Haram (dok.pribadi)

Bekerja sebagai penulis lepas pada beberapa media online, besar pendapatan yang saya terima ditentukan oleh banyaknya tulisan yang berhasil diterbitkan. Untuk satu artikel, saya mendapatkan komisi antara 50 ribu sampai 100 rupiah. Lumayanlah, untuk sebuah pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah. Sedangkan, saat itu biaya yang dibutuhkan untuk berangkat umrah sebesar 2.600  USD atau setara dengan 33 juta rupiah.

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Alhamdulillah, tak butuh waktu lama untuk ‘membuat bukit’ itu. Dalam kurun waktu 11 bulan saja, dana yang terkumpul di rekening sudah lebih dari yang dibutuhkan. Benarlah sebuah kutipan yang berbunyi, jarak antara impian dan kenyataan adalah tindakan. Menurut saya, salah satu tindakan itu ialah menabung.

jurnalia-dokumen-pribadi-lps

Di depan rumah Rasulullah yang kini difungsikan sebagai perpustakaan (dok.pribadi)

Selepas umrah, keinginan untuk menunaikan ibadah haji pun muncul. Namun, berbeda dengan umrah yang bisa berangkat kapan saja. Di Indonesia, calon jamaah haji harus bersabar menunggu waktu keberangkatan selama 8 hingga 35 tahun!

Waktu tunggu yang cukup panjang, mengharuskan calon jamaah haji lebih berhati-hati dalam memilih lembaga keuangan untuk menyimpan dana mereka. Apalagi, beberapa waktu lalu sempat marak kasus penipuan berkedok investasi dana umrah dan haji yang mengakibatkan ribuan jamaah gagal berangkat ke tanah suci. Oleh sebab itu, saya lebih memilih untuk membuka tabungan haji di bank yang menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan.

jurnalia-dokumen-pribadi-lps

Semoga bisa secepatnya kembali ke tanah suci. (dok. pribadi)

Apa itu Lembaga Penjamin Simpanan?

Lembaga penjamin simpanan atau disingkat LPS merupakan lembaga independen yang dibentuk oleh pemerintah guna menjaga stabilitas sistem perbankan di Indonesia. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh peristiwa krisis moneter tahun 1998 yang mengakibatkan sejumlah bank dilikuidasi. Akibatnya, banyak nasabah dari bank-bank tersebut yang terpaksa kehilangan uang mereka. 🙁

Nah, agar peristiwa tragis tersebut tidak terulang lagi, dibentuklah LPS yang berfungsi untuk menjamin keamanan dana milik nasabah. Nantinya LPS akan bertanggung jawab secara penuh untuk mengganti dana milik nasabah, jika hal-hal buruk terjadi pada bank yang bersangkutan. Tidak tangung-tanggung, LPS memberikan jaminan sampai dengan 2 milyar rupiah untuk setiap rekening yang terdaftar. Wow!

Stiker LPS yang ditempel di pintu masuk sebuah ATM (cnnindonesia.com)

Lantas, bank mana saja yang menjadi peserta penjaminan LPS?

Tak usah bingung. Saat ini, semua bank terkemuka di Indonesia telah terdaftar sebagai peserta penjaminan LPS. Biasanya, bank-bank tersebut memasang stiker bertuliskan BANK PESERTA PENJAMINAN LPS yang ditempel pada pintu masuk, kaca bagian depan atau di tempat-tempat yang mudah terlihat oleh nasabah. Aman dan mudah sekali bukan?

Tunggu apalagi? Ayo mulai menabung saat ini, untuk wujudkan impianmu di masa depan! 😀

Facebook Comments
Share:
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    67
    Shares
Blogger yang menggemari karya-karya agung dari Paulo Coelho dan Dee Lestari. Lebih suka membaca daripada menulis, kecuali ada ada honornya.
Skip to toolbar