Gurun Sahara Berselimut Salju Tebal, Tanda Kiamat Semakin Dekat?

Bagaimana mungkin gurun terpanas di bumi bisa diselimuti salju?


Fenomena alam tak biasa terjadi di salah satu tempat terpanas di dunia, Gurun Sahara. Padang pasir yang terletak di salah satu wilayah Afrika bagian utara tersebut tertutup lapisan salju setebal 18 inci atau sekitar 40 sentimeter. Dilansir dari laman berita Mirror.co.uk, kejadian langka ini merupakan peristiwa kali kedua yang terjadi dalam empat dekade terakhir. Terakhir kali, hal serupa juga pernah terjadi pada 37 tahun silam.

Laman berita Reuters.com melaporkan, Gurun  Sahara mulai tertutup salju secara penuh di pagi hari tepatnya pada hari Minggu, 7 Januari 2018. Sayangnya, pemandangan unik tersebut tidak berlangsung lama. Keesokan harinya, lapisan salju tebal yang menyelimuti wilayah gurun pasir terluas di dunia itu perlahan menipis. Perlu diketahui, Gurun Sahara berada di kota Ain Sefra yang dilingkupi oleh Pegunungan Atlas. Wilayah ini terletak pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Sama halnya seperti di Indonesia, salju merupakan peristiwa yang mustahil terjadi di sana.

Peristiwa yang sama juga pernah terjadi di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Bahkan, beberapa video yang diunggah oleh warga lokal sempat menjadi viral di berbagai media sosial. Terbaru, Arabnews.com  melaporkan bahwa hujan salju kembali turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi jumat pekan lalu. Warga lokal menceritakan jika fenomena hujan salju di sana hampir terjadi setiap tahun sejak sekitar 3-4 tahun yang lalu.

Banyak pihak mengaitkan turunnya salju di wilayah Jazirah Arab sebagai salah satu pertanda semakin dekatnya hari kiamat. Hal tersebut berdasarkan salah satu hadis Rasulullah dari Abu Hurairah pada Kitab Az-Zakaah yang berbunyi, “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”

Berdasarkan hadis tersebut, Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam bukunya yang berjudul Asyraathus Saa’ah menyatakan jika Jazirah Arab dulunya merupakan wilayah subur yang ditumbuhi oleh pepohonan, padang rumput dan sungai-sungai yang melimpah airnya. Beliau meyakini hal tersebut juga akan terjadi kembali berdasarkan beberapa fakta bahwa saat ini banyak ditemukannya sumber-sumber mata air baru di wilayah Arab Saudi sehingga menjadikan tanah di sekitarnya ditumbuhi berbagai tanaman.

Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang ilmuwan geologi bernama Alfred Kroner. Dilansir dari laman thisistruth.org, profesor berkebangsaan Jerman tersebut mengamini salah satu pendapat pada Teori ‘New Snow Age’ yang menyatakan jika salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai-sungai. Jika hal tersebut terjadi, maka secara otomatis daerah di sekitar aliran sungai tersebut akan menghijau ditumbuhi berbagai vegetasi.

Ditilik dari tinjauan sejarah, turunnya salju di tanah Arab bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini berdasarkan tulisan dari Ibnu Hisyam pada Sirah Nabawiyah. Dalam Kitab yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad tersebut, beliau menuliskan bahwa pada usia 4 tahun, Muhammad kecil pernah dibedah perutnya oleh dua orang berpakaian putih yang diketahui sebagai malaikat utusan Allah ta’ala. Peristiwa tersebut terjadi ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak seusianya dari suku Badui. 

Dituliskan secara rinci bahwa pada proses pembedahan tersebut, malaikat membelah dada Muhammad dan mengambil jantungnya untuk mengeluarkan darah kotor darinya. Setelah itu, mereka mencuci jantung dan dada beliau dengan salju. Kisah yang dituliskan oleh Ibnu Hisyam pada abad ke-8 tersebut menjelaskan bahwa bangsa Arab sejak dulu telah familiar dengan sesuatu bernama ‘salju’.

Pada salah satu doa iftitah yang pernah dibaca oleh Rasulullah, beliau juga menyebutkan kata salju di dalamnya yang bermakna “Tuhanku bersihkanlah kesalahanku dengan air salju atau air es”. 

Hal ini semakin memperkuat bahwa salju telah dikenal oleh bangsa Arab puluhan abad lalu. Jadi, terlepas bahwa peristiwa turunnya salju sebagai fenomena alam biasa ataupun salah satu pertanda datangnya hari kiamat, hanya Allah ta’ala jualah yang maha tahu. Sebagai seorang muslim tugas kita wajib mengimani bahwa cepat atau lambat hari kehancuran dunia dan alam semesta pasti akan terjadi. 


Like it? Share with your friends!

0
14 shares
Gugus Febriansyah
Pengagum karya-karya agung Paulo Coelho dan Dee Lestari. Suka menulis tetapi lebih suka membaca. Content writer pada beberapa media online. Berdomisili di Jurnalia.com #PekerjaTeksKomersial

Leave a comment

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format