Awas! Kesalahan Sepele Yang Membuat Salatmu Berdosa

86 0

Salat merupakan ibadah terpenting yang diwajibkan kepada seorang muslim. Mengingat, inilah ibadah yang akan diminta pertanggungjawaban pertama kali pada hari kiamat kelak. Melansir dari kitab Al-Ausath karya Abdullan bin Qorth bahwasannya Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadis riwayat At-Thabrani yang bermakna, “Amalan hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah salat, apabila baik maka baiklah amalnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruhnya.”

Sangat penting bagi seorang muslim untuk mempelajari tata cara pelaksanaan ibadah salat yang benar. Baik mengenai waktu-waktunya maupun tata cara pelaksanaannya yang sesuai dengan ajaran dari Rasulullah. Dalam kitab Sahih Muslim nomer 106 Rasul bersabda, “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.”

Hadis tersebut sangat jelas, bahwa umat muslim dilarang melaksanakan salat sesuai dengan kehendak dan cara mereka sendiri. Sebab tuntunan salat telah dicontohkan oleh Nabi sebagai suatu ketetapan yang harus diikuti oleh seluruh umat-Nya. Meski demikian banyak kesalahan yang dilakukan oleh kaum muslimin terkait tata cara ibadah salat yang benar.

Dilansir dari buku Beberapa Kesalahan Dalam Salat karya Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, salah satu kesalahan yang sering terjadi di dalam salat ialah tidak menegakkan tulang punggung pada saat ruku atau sujud. Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya 4/122 meriwayatkan hadis yang bermakna, “Tidak sah salat seseorang diantara kalian sehingga dia menegakkan punggungnya baik saat ruku dan sujud.”

Bahkan, seseorang yang ruku atau sujudnya tidak sempurna disamakan sebagai seorang pencuri yang lebih keji dibandingkan pencuri harta benda. Alih-alih medapatkan pahala dalam salatnya, mereka malah berdosa dalam salatnya. Sebuah hadis dari Abi Qatadah dalam kitab Musnad Imam Ahmad 5/310 bahwa Nabi bersabda, “Orang yang paling buruk adalah orang yang mencuri dalam salatnya. Para sahabat bertanya, Wahai Rasul bagaimanakan seseorang mencuri dalam salatnya?. Beliau bersabda Dia tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya.”

Kesalahan lainnya ialah tidak bersikap tenang atau tuma’ninah ketika salat. Tuma’ninah yang dimaksudkan ialah salat dalam keadaan tenang dengan berhenti sejenak seusai gerakan salat. Hal ini seringkali terjadi di kalangan umat Islam khususnya, ketika salat tarawih di bulan Ramadan. Padahal, tuma’ninah merupakan salah satu rukun salat. Artinya, jika ditinggalkan maka salat seseorang mejadi tidak sah. Imam Bukhari dalam kitab sahihnya nomer 757 menjelaskan bahwa Rasul pernah menegur salah seorang sahabat yang salat dengan tidak tuma’ninah. Beliau bersabda, “Kembalilah dan salatlah sebab engkau belum salat.” Teguran tersebut disebabkan sahabat tersebut melaksanakan salatnya dengan tidak tuma’ninah.

Mendahului imam dalam gerakan salat juga termasuk kesalahan dalam salat yang seringkali terjadi. Rasul dalam Kitab Sahih Muslim nomer hadis 426 pernah bersabda, “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya aku adalah imam kalian maka janganlah sekali-kali mendahuluiku dalam ruku, sujud, berdiri dan bubar shalat sesungguhnya aku melihat kalian dari sisi belakangku.”_

Dalam hadis Bukhari nomer 691 dan Muslim nomer 427 juga dijelaskan hukuman bagi seseorang yang seringkali bergerak mendahului gerakan imam dalam salat berjamaah. Kelak di hari kiamat, kepala mereka digantikan dengan kepala keledai. Rasul bersabda, “Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut jika Allah mengganti kepalanya dengan kepala himar?”

Kesalahan lain yang sering dilakukan dalam salat ialah menggunakan pakaian yang menjulur melebihi mata kaki atau dikenal dengan istilah isbal. Hal ini terlarang secara umum bagi seorang lelaki meskipun hal tersebut dilakukan di luar salat. Dalam Kitab Sahih Muslim nomer 106 sebuah hadis dari Abu Dzar menyatakan bahwa pada hari kiamat kelak terdapat tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak dilihat dan tidak pula disucikan. Ketiga golongan tersebut ialah orang yang isbal, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya dan para pedagang yang menjual barangnya dengan berdusta.

Agar terhidar dari amalan yang sia-sia dan kesalahan lainnya, setiap muslim sebaiknya kembali belajar mengenai tata cara salat yang benar sesuai tuntunan Rasul. Mengingat, salat yang tidak sesuai dengan ajaran Rasul hanya akan berakhir sia-sia bahkan, cenderung berdosa.

Gugus Febriansyah

Gugus Febriansyah

Pernah menulis di beberapa media nasional seperti BaBe News, Hipwee, Kompasiana dan IDN Times.

Tinggalkan Balasan