15 49.0138 8.38624 1 1 4000 1 https://jurnalia.com 300 1

Misi Sawit Wujudkan Ketahanan Energi dan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

4 Komentar

Berbicara mengenai sawit, pikiran kita akan langsung tertuju kepada tanaman sejenis kelapa yang tumbuh subur di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sedikit sekali yang berpikir mengenai sumbangsih besar sawit dalam keseharian hidup kita.

Salah satunya, tanaman sawit berperan penting dalam mengurangi penyebab pemanasan global dan perubahan iklim dunia. Sawit yang ditanam di lahan seluas 1 hektar mampu menyerap sebanyak 64 ton karbondioksida dan menghasilkan 18 ton oksigen setiap tahunnya.

Dengan luas lahan sawit yang mencapai 14 juta hektar, sawit Indonesia mampu menyerap hingga 2,2 milyar ton gas karbon secara global setiap tahunnya.

Sawit sumber minyak nabati utama dunia

Selama ini, sawit dikenal sebagai sumber minyak nabati yang menjadi bahan baku dari berbagai produk komersial seperti sabun, deterjen, sampo, pasta gigi, minyak goreng, roti, biskuit, kosmetik, jeli, losion anti nyamuk, es krim, mi instan, koran dan masih banyak lagi lainnya. Seabrek manfaat itulah yang menjadikan sawit sebagai primadona di dunia industri.

Sawit paling diminati karena harganya yang murah serta paling efisien dalam penggunaan lahan, dibandingkan sumber minyak nabati lain seperti, bunga matahari, kedelai, dan rapa. Jadi tak heran, jika kebutuhan minyak nabati dunia saat ini lebih dari 50% berasal dari sawit.

Fakta tersebut merupakan kabar baik bagi negara kita, sebab Indonesia adalah negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Tercatat, pada tahun 2018 produksi minyak sawit di dalam negeri menyentuh angka hingga 43 juta ton, terbanyak dibandingkan dengan produksi di tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, Indonesia bersama dengan Malaysia tercatat sebagai penyuplai 85% kebutuhan minyak sawit dunia.

Komoditas Utama Penopang Perekonomian Indonesia

Sawit mengukuhkan diri sebagai penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia dari tahun ke tahun. Bahkan di tahun 2017 yang lalu, industri sawit dalam negeri mencatatkan rekor dengan menyumbang devisa sebesar USD 23 miliar atau setara Rp 300 triliun. Wow!

Sawit juga memberikan dampak secara langsung bagi perekonomian rakyat Indonesia. Industri sawit setidaknya telah menjadi sumber penghidupan bagi 21 juta orang dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 5,3 juta pekerja. Dengan kontribusi sebesar itu, secara tidak langsung sawit telah mengurangi angka kemiskinan hingga 10 juta jiwa.

Sumber energi yang murah dan ramah lingkungan

Dalam jangka panjang, sawit diproyeksikan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Tak hanya ramah lingkungan, biodiesel juga dikenal murah. Pemerintah sejak September tahun lalu, telah resmi meluncurkan B20, yaitu bahan bakar campuran 20% biodiesel  dan 80% solar atau dikenal dengan biosolar.

Penggunaan biodiesel berbahan sawit terbukti mampu mengurangi emisi gas rumah kaca yang hingga 60% jika dibandingkan sumber minyak nabati lainnya. Penggunaan biodiesel juga dapat menekan laju impor dan ketergantukan Indonesia terhadap solar. Tahun lalu saja, Indonesia berhasil menghemat dana hingga 15 triliun rupiah dari penggunaan B20.

Ke depan, Pemerintah secara bertahap juga melanjutkan program konversi B20 menuju B100 sebagai jawaban atas kebutuhan dunia akan bahan bakar yang ramah lingkungan dan murah di masa depan.

Kunci menuju ketahanan energi dan ekonomi yang berdaulat

Pemerintah menyadari bahwa saat ini sawit tidak lagi sekedar komoditas agrobisnis, melainkan juga komponen penting dalam membangun ketahanan energi. Pada berbagai kesempatan, Pemerintah berharap kelak sepertiga produksi sawit nasional dialokasikan untuk biofuel. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai ketahanan energi nasional yang berkesinambungan.

Di bidang ekonomi, sawit telah terbukti sebagai industri padat karya yang menjadi ujung tombak Pemerintah dalam usahanya mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Produksi sawit yang terus meningkat juga menjadi tumpuan untuk menggenjot sumber pendapatan negara melalui devisa yang diterima.

Artikel sebelumnya
Inilah 7 Amalan yang Berbuah Pahala Istana di Surga
Artikel selanjutnya
Kenali Beberapa Penyebab Doamu Tak Kunjung Dikabulkan

4 Komentar

  • 02/10/2019 di 06:57
    Nita Afiani

    Kenapa sawit cuma ada di Sumatera & Kalimantan? Kenapa gak di papua yang lahannya juga sangat luas?

    Balasan
    • 03/10/2019 di 20:00
      Gugus Febriansyah

      Adat Papua dan infrastruktur menjadi salah satu alasan untuk itu. Tapi sudah ada kabar kalo lahan di sana mulai diberdayakan untuk sawit.

      Balasan
  • 01/10/2019 di 18:28
    Dewi Agustin

    Bagaimana dengan isu pembukaan lahan sawit yang seringkali disebut2 sebagai penyebab kebakaran hutan?

    Balasan
    • 02/10/2019 di 07:12
      Gugus Febriansyah

      Deforestasi gak hanya bisa ditimpakan pada industri sawit. Perumahan, pertanian juga membutuhkan lahan. Pemerintah juga sudah membuat program sawit berkelanjutan guna mengatasi dampak buruk yang timbul di masa depan.

      Balasan

Komentar dong!