Jurnalia

by Gugus Febriansyah

Sukses Bisnis Online bersama Masterweb

Beberapa orang berpikir menjalankan bisnis online cukup dengan memposting beberapa foto produk di sosial media atau sesekali menguploadnya di status whatsapp. Cara semacam itu bisa saja menghasilkan transaksi penjualan, tetapi bisnis profesional tidak dijalankan seperti itu.

Bisnis online bukanlah sekedar menjual barang dan menawarkannya secara membabi buta kepada setiap orang yang kalian temui. Lebih dari itu, bisnis online juga berhubungan dengan pemilihan konten promosi yang menarik, informasi yang mudah ditemukan, dan yang tak kalah penting ialah membangun list building demi keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Seperti bisnis pada umumnya, bisnis online hendaknya memiliki saluran yang digunakan untuk membangun hubungan dengan konsumen tanpa membuat mereka merasa terganggu dengan berbagai pesan atau promosi yang ingin kita sampaikan. Fungsi itulah yang bisa kita dapatkan dari sosial media.

Beberapa sosial media populer, seperti facebook dan instagram layaknya etalase yang bisa memikat jutaan pasang mata pengguna yang berlalu lalang di sana. Bermodalkan foto produk yang ciamik, pengaturan feed dan postingan yang rapih, serta pemberian caption yang informatif dapat membuat orang-orang secara sukarela dan senang hati memfollow akun sosial media kita.

Sayangnya, mengandalkan sosial media saja tidak cukup untuk membuat bisnis online kalian sukses dan berumur panjang. Mengapa?

Data dari Indonesia E-Commerce Association (idEA, 2017)  menunjukkan jika sebanyak 66% transaksi online dilakukan melalui platform media sosial sepert facebook dan instagram. Sedangkan, sisanya dilakukan di marketplace, website, dan transaksi tunai secara langsung.

Melihat fakta tersebut, kalian mungkin berpikir bahwa memiliki sosial media saja sudah cukup untuk menjalankan bisnis online kalian saat ini. Tapi tunggu dulu, dari riset itu juga diungkap fakta bahwa akun sosial media yang mendominasi transaksi online tersebut juga memiliki domain dotcom yang bertujuan untuk meningkatkan conversion rate calon pelanggan mereka.

Website komersil dengan domain tertentu seperti .com, .co.id dan sejenisnya memang diklaim bisa meningkatkan kredibilitas bisnis online dan memberikan trust yang lebih besar kepada calon pelanggan. Hal ini juga disinggung oleh Thomas L. Friedman dalam bukunya World is Flat. Menurutnya, kepemilikan website mutlak dibutuhkan bagi setiap bisnis yang ingin bersaing di era digital seperti saat ini.

Hermawan Kertajaya dalam bukunya yang berjudul Momentum memiliki pendapat yang senada. Pakar marketing kawakan ini menyatakan jika kolaborasi yang baik antara sosial media dan website merupakan salah satu kunci utama kesuksesan sebuah bisnis di era digital. Beliau menganalogikan sosial media layaknya umpan yang berfungsi untuk memikat calon pelanggan, sedangkan website adalah jaring besar yang digunakan untuk menangkap dan menggiring pelanggan sebelum mereka melakukan transaksi yang sebenarnya.

Website juga memberikan memberikan kemudahan bagi pelanggan yang benar-benar membutuhkan produk kalian. Sebuah riset yang dirilis oleh Google pada tahun 2017 menyebutkan bahwa sekitar 46% transaksi online diawali dari penelusuran yang dilakukan di mesin pencari. Setidaknya, separuh lebih pembeli online tersebut melakukan penelusuran semenjak dua hari sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk yang dibutuhkan.

Lantas, bagaimana memaksimalkan peran website untuk meningkatkan penjualan? Tahukah kamu, sampai dengan bulan maret 2020 tercatat sebanyak 9,4 juta UMKM di Indonesia yang sudah hijrah ke ranah online. Angka tersebut masih jauh jika dibandingkan jumlah total yang mencapai 60 juta UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas